PsikoDeks
Buka Kamus Psikologi
Neuropsikologi Perkembangan, Neurologi, Genetik

Agenesis Corpus Callosum

corpus callosum agenesis

Ringkasan Singkat

Agenesis corpus callosum adalah kondisi neurologis bawaan langka di mana corpus callosum, struktur penghubung utama dua belahan otak, sebagian atau seluruhnya tidak terbentuk, menyebabkan berbagai tantangan perkembangan dan kognitif.

Agenesis corpus callosum (ACC) adalah kelainan neurologis bawaan yang relatif langka di mana corpus callosum, traktus serat saraf besar yang menghubungkan dua belahan otak, sebagian atau seluruhnya gagal terbentuk selama perkembangan janin. Kondisi ini dapat bervariasi dalam tingkat keparahannya, dari agenesis parsial hingga agenesis lengkap.

Karena corpus callosum sangat penting untuk komunikasi interhemisferik, agenesisnya dapat menyebabkan berbagai tantangan perkembangan, kognitif, dan perilaku. Gejala ACC sangat bervariasi antar individu, tergantung pada sejauh mana corpus callosum tidak ada dan apakah ada kelainan otak lain yang menyertainya. Beberapa individu mungkin hampir tidak menunjukkan gejala, sementara yang lain mungkin mengalami keterlambatan perkembangan yang signifikan, disabilitas intelektual, kesulitan belajar, masalah koordinasi motorik, gangguan sosial, dan kejang.

Diagnosis ACC sering dilakukan melalui pencitraan otak seperti MRI. Penanganan berfokus pada terapi suportif, termasuk terapi fisik, okupasi, wicara, dan intervensi perilaku, untuk membantu individu mencapai potensi terbaik mereka dan mengelola gejala. Penelitian tentang ACC memberikan wawasan tentang plastisitas otak dan bagaimana otak dapat mengompensasi hilangnya jalur koneksi utama.

Referensi Yang Bisa Anda Gunakan

  • APA Dictionary of Psychology. (n.d.). Corpus callosum agenesis. Retrieved from https://dictionary.apa.org/corpus-callosum-agenesis
  • Paul, L. K., Brown, W. S., Adolphs, R., Toga, A. W., Asarnow, R. F., Bilder, R. M., ... & Leiner, H. C. (2007). Agenesis of the corpus callosum: Genetic, developmental and clinical aspects. Trends in Neurosciences, 30(2), 65-73.
Ditambahkan: 5 Mei 2026
Diperbarui: 7 Mei 2026

Peringatan Sitasi Akademik

Halaman ini disusun murni sebagai alat bantu pemahaman awal. Dilarang keras mengutip halaman ini sebagai sitasi utama dalam karya ilmiah atau tugas akhir. Silakan gunakan literatur primer yang tercantum pada daftar pustaka.

Feedback